RESENSI BUKU William Dyrness, Tema-tema di dalam Perjanjian Lama. Malang : Gandung Mas, 2013
& Bruggmann, Teologi Perjanjian
Lama (Kesaksian, Tangkisan, Pembelaan).
Maumere : Ledalero,2009.
PENCIPTAAN
Brugmann menyajikan penjelasan mengenai penciptaan
dimulai dari penjelasan tentang kata-kata kerja diantaranya ada kata YHWH dan kata penciptaan itu sendiri
yaitu bara. Sedangkan W.Dyrness dalam bukunya
tentang “Tema-tema PL” memulai dengan perbuatan dan pekerjaan Allah beserta
firman-Nya.
Dalam penjelasan
mengenai kata kerja dalam masa penciptaan, memberitahukan bahwa kedaulatan yang
dimiliki YHWH adalah kedaulatan yang
penuh kuasa yang melalui ucapan firman-Nya semuanya bisa terlaksanakan. Dalam
hal ini, Allah menciptakan dengan firman yang keluar dari-Nya menekankan pada
sifat Allah yang transenden. Inilah yang di pahami oleh bangsa Israel bahwa YHWH menciptkan bumi dengan berfirman
dan dengan titah rajawi, serta perbuatan yang penuh kuasa.
Kata penciptaan dalam kejadian memakai kata bara, dan ini menunjukan bahwa
penciptaan ini adalah penciptaan ilahi. Penciptaan ini hanya bisa dilakukan
oleh Sang Pencipta yaitu Allah sendiri, dimana Allah menjadikan sesuatu yang
tadinya tidak ada menjadi ada. Beberapa ahli menyatakan keyakinan mereka bahwa
Allah tidak memakai bahan yang sudah ada sebelumnya untuk menciptakan dunia. Tetapi
Israel tampaknya tidak mengatakan hal-hal demikian dan tidak juga menggagaskannya.
Mungkin kita dapat katakan bahwa Israel meyakinkan bahwa penciptaan Allah akan
dunia diambil dari “bahan khaos” atau
dari bahan yang sudah ada sebelumnya. Tetapi dalam hal ini Israel tidak
mempunyai minat untuk mencari tahu mengenai asal-mula bahan ciptaan itu. Bahan
itu memang sudah ada begitu saja dan kemudian tinggal di atur seturut cara-Nya
sendiri sebagai Allah.
Dalam hal ini, penciptaan ini tidak lepas dari iman
Israel, dimana kesaksian Israel tentang Allah yang menciptakan dunia
(Yes.40:28-31). Ini berangkat dari masa pembuangan bangsa Israel. Iman
penciptaan inilah yang digunakan bangsa Israel untuk menolak klaim allah-allah
lain. Dalam hal ini juga bangsa Israel meyakini bahwa Allah juga telah
menciptakan Israel sebagai objek khusus kesetiaan Allah yang penuh perhatian. Banyak
juga ayat-ayat yang mendukung mengenai penciptaan sehingga iman penciptaan
Israel terbentuk, dan salah satu ayat terdapat dalam Mazmur 33:6,9 “Oleh firman Tuhan langi telah dijadikan,
oleh napas dari mulut-Nya segala tetaranya … Sebab Ia berfirman, maka semuanya
jadi: Ia memberi perintah, maka semuanya ada.” Dalam hal ini, firman Allah
bukan hanya sekedar perintah yang penuh kuasa ilahi, tetapi firman Allah ini
juga mengandung suatu tindakan yang memiliki kualitas perjanjian. Sang Pencipta
menciptakan karena berkomitmen pada kesetiaan, kebenaran, keadilan, dan kasih
setia-Nya, sebab dalam Mazmur 33:4-5 dikatakan “sebab firman Tuhan itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan
kesetiaan. Ia senang kepada keadilan dan hokum; bumi penuh dengan kasih setia
Tuhan.” Inilah tindakan penciptaan yang memberi jaminan bagi bangsa Israel
dan kepada orang-orang yang berpegang dan bergantung kepada YHWH, dan dari Isrel bersaksi tentang
pencipataan.
Kita bisa melihat bahwa kejatuhan dalam dosa menjadikan
kesempurnaan dunia ternodai. Tetapi dalam PL tidak ada petunjuk bahwa ciptaan
ini tidak sempurna karena bersiafat kebendaan. Dalam hal ini, dunia dicpitakan
untuk menyatakan kemuliaan Allah dan menunjukan Kemahakuasaan-Nya dalam
penciptaan dan ini mencerminkan kebaikan-Nya. Apa yang Allah ciptakan bukan
hanya mencerminkan kebaikan-Nya, tetapi juga ciptaan-Nya diciptakan untuk
mencapai tujuan yang telah direncanakan Allah, dalam hal ini Allah mermaksud
menyatakan kemuliaan-Nya. Meskipun tujuan akhir dalam penciptaan adalah
kemuliaan-Nya, tetapi semuanya ditujukan untuk manusia. Edmond Jacob berkata
“Ia (Allah) telah menciptakannya bagi perjanjanjian, artinya karena kasih dan
penyelamatan bagi umat manusia melalui Israel.” Manusia adalah ciptaan Allah
yang paling mulia dan melalui mereka maksud dan tujuan Allah menciptakan dunia
ini diwujudkan.
Kesimpulan
Jadi kesimpulannya adalah
penciptaan hanya bisa dilakukan oleh Allah. Penciptaan yang dimaksud adalah
penciptaan yang dihasilkan dari yang tidak ada menjadi ada, artinya penciptaan
yang terjadi seketika. Tetapi keyakinan Israel tidak demikian, melainkan di
bentuk dari yang sudah ada. Hal ini tidak terlalu penting. Yang paling penting
dan yang utama dalam pembahasan ini adalah bagaimana Sang Pencipta melakukan
perbuatan-Nya yang ajaib dan penuh kuasa sehingga bisa menciptkan sesuatu yang
baik dan menakjubkan diluar kemampuan manusia, dengan kata lain hanya Allah
saja yang dapat melakukan hal-hal demikian. Dalam hal ini Allah adalah Allah
yang transenden.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar